SUARA PASURUAN – Pekan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) VIII Jawa Timur tahun 2015, di GOR Bung Karno, Senin (20/04), resmi dimulai.
Gubernur Jawa Timur, Dr Soekarwo sendiri yang langsung membuka gelaran Pekan KIM se-Jatim tersebut, dengan disaksikan Kepala Dinas Kominfo Propinsi Jawa Timur, Edi Santoso, Bupati Nganjuk, Taufiqurrohman, Wakil Bupati Nganjuk, para kepala SKPD di Lingkup Pemprov Jatim, Pemkab Nganjuk, serta beberapa kepala daerah di Jawa Timur.
Menurut Soekarwo, Pekan KIM adalah momen tepat untuk saling berkoordinasi antar KIM se-Jawa Timur, utamanya agar setiap produk yang ada di setiap daerah, bisa dipasarkan semaksimal mungkin.
“Keberadaan KIM adalah untuk mencover kebutuhan yang ada di desa yang biasanya belum banyak memahami tentang dunia teknologi informasi. Untuk itu, Pekan KIM akan menjadi agenda rutin setiap tahunnya,” kata Soekarwo dalam sambutannya.
Sampai sejauh ini, jumlah KIM di Jawa Timur telah mencapai 1019 KIM, di mana setiap tahunnya diharapkan akan terbentuk KIM-KIM baru, sehingga publikasi akan potensi daerah benar-benar tersampaikan dengan baik. Kata Soekarwo, pembangunan KIM melalui pengembangan IT harus dibarengi dengan pemantaban akhlaq, sehingga pesan yang ingin disampaikan kepada public, betul-betul tersalurkan.
“Jangan salah, kalau si pembuat IT itu ternyata tidak jujur, maka informasi yang akan diberikan juga salah, sehingga masyarakat sendiri yang dirugikan. Untuk itu saya berpesan kepada semua anggota KIM agar betul-betul bekerja seprofesional mungkin, demi kemaslahatan bersama,” terangnya sebelum membuka Pekan KIM tersebut.
Sementara itu, dalam Pekan KIM tersebut, Gubernur Soekarwo juga melakukan tele conference dengan beberapa KIM Jawa Timur berprestasi, diantaranya KIM Batoro Katong Ponorogo, KIM Blitar, serta KIM Edelweis Kabupaten Pasuruan. Khusus untuk KIM Kabupaten Pasuruan, Soekarwo menghimbau agar apabila ada usulan yang mengarah pada peningkatan KIM itu sendiri, bisa langsung disampaikan melalui KIM daerah itu sendiri.
“Kalau di KIM Edelweis saya lihat ada geliat biogas, sehingga kalau memang membutuhkan bantuan dari Propinsi, maka saya sarankan untuk langsung diusulkan melalui KIM Kabupaten Pasuruan maupun Dinas Kominfo,” jelasnya. (emil)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar